Apa aja yang baru kamu sadari soal resign dan pindah kerja setelah ngalamin sendiri?
Baru pertama kali mau resign dan pindah ke perusahaan lain. Deg-degan banget. Buat yang udah pernah, apa aja hal yang baru kalian sadari setelah beneran ngejalanin, yang andai tahu dari awal?
Penanya anonim·Ditanyakan pada 21 hari lalu·495 orang sudah melihat·4 jawaban
Beberapa hal yang baru saya sadari setelah tiga kali pindah kerja. Pertama, gaji naik paling cepat justru pas pindah, bukan pas nunggu kenaikan tahunan yang cuma 5 persen. Loncat perusahaan naik 25 sampai 40 persen itu biasa. Kedua, jangan pernah resign sebelum tanda tangan kontrak baru dan tanggal mulainya jelas hitam di atas putih. Teman saya udah resign, eh offering-nya ditarik gara-gara perusahaan barunya freeze hiring. Ketiga, hitung THR dan sisa cuti kamu. Kalau resign Desember, THR bisa hangus. Keempat, urus paklaring dan surat pengalaman kerja rapi, itu penting buat lamaran berikutnya. Terakhir, jaga hubungan baik sama bos lama, dunia kerja sempit dan referensi itu berharga. Resign yang rapi bikin karier lebih mulus.
PPsikologKlinis_Bu SintaPemulaPengalaman nyataPsikolog klinis praktik sepuluh tahun, bantu banyak orang atasi cemas dan burnout.
Poin praktis soal masa percobaan. Di tempat baru kamu bakal probation 3 bulan, dan di masa itu kamu bisa diberhentikan lebih gampang. Jadi jangan langsung ambil cicilan gede atau komitmen keuangan besar begitu keterima. Tunggu sampai lolos probation dan diangkat tetap. Saya juga saranin simpan dana darurat minimal 3 bulan sebelum resign, jaga-jaga kalau ternyata nggak cocok dan harus keluar cepat. Transisi kerja itu penuh biaya tak terduga. Selama probation, tunjukin performa terbaik dan bangun hubungan sama tim, karena kesan awal itu nempel lama. Saya juga minta feedback rutin ke atasan biar tahu posisi saya aman atau perlu perbaikan sebelum diangkat tetap.
IIbuArisan_TutiPemulaPengalaman nyataRajin ikut arisan RT, tahu semua kabar dapur tetangga, ngobrol apa aja jadi.
Hal kecil yang ternyata penting: cek soal BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan pas transisi. Ada masa kosong di mana kamu belum didaftarin perusahaan baru tapi udah lepas dari yang lama. Kalau sakit di masa itu bisa repot. Saya sempat harus lanjutin BPJS mandiri sebulan biar nggak putus. Juga soal JHT di BPJS Ketenagakerjaan, saldonya bisa dicairkan atau dipindah, jangan lupa diurus. Detail administratif kayak gini yang bikin transisi kerasa berat kalau nggak disiapin. Cek juga status pajak dan NPWP kamu pas ganti kerja, karena pemotongan dan pelaporan bisa berubah. Saya pernah lalai lalu ribet pas lapor SPT tahunan gara-gara ada dua pemberi kerja dalam setahun yang datanya nggak beres.
Narasumber anonim PemulaPengalaman nyata
Yang saya nggak sadar dulu: rumput tetangga nggak selalu lebih hijau. Saya pindah cuma karena kesel sama bos, bukan karena tempat baru beneran lebih baik. Ternyata di kantor baru bosnya lebih toxic, budayanya lebih parah, dan saya jadi anak baru yang harus mulai dari nol lagi. Pelajaran saya: pindah kerja harus lari menuju sesuatu, bukan lari dari sesuatu. Sebelum resign, tanya detail ke calon rekan kerja soal budaya tim, jam lembur, dan turnover. Jangan cuma percaya kata HR pas interview yang selalu manis. Jadi sebelum resign, gali sebanyak mungkin info soal budaya dan atasan di tempat baru, jangan cuma percaya janji manis pas interview. Pindah karena tertarik peluang baru itu sehat, tapi pindah cuma buat kabur dari masalah sering berujung kecewa yang sama di tempat berbeda.