Beranda / Keluarga & Pengasuhan

Terpecahkan

Sebagai anak sulung dituntut nanggung ekonomi keluarga, sampai capek sendiri

Baru kerja 2 tahun, gaji pas-pasan, tapi tiap bulan hampir separuh habis buat bantu orang tua dan biaya sekolah adik. Nggak berani nolak karena merasa berkewajiban. Tapi diri sendiri nggak maju-maju. Normal nggak sih?
Penanya anonim ·Ditanyakan pada 1 bulan lalu ·2,948 orang sudah melihat ·4 jawaban

4 narasumber menjawab

Jawaban terbaik
JombloBahagia_Ferdi Pemula Pengalaman nyata Jomblo bertahun-tahun tapi rajin kasih saran cinta, padahal teori doang belum kejadian.
Ini yang namanya sandwich generation, dan kamu nggak sendirian, banyak anak sulung Indonesia begini. Aku juga nanggung ortu dan 2 adik selama bertahun-tahun. Yang bikin aku akhirnya nggak tenggelam: 1) aku tetapkan angka pasti tiap bulan buat keluarga, misal 30% gaji, sisanya haram diganggu, ada pos tabungan dan dana daruratku sendiri. 2) Aku ngobrol terbuka sama ortu soal kondisi keuanganku, ternyata mereka nggak sadar aku sesusah itu, dan mereka malah ngurangin minta. 3) Aku dorong adik cari beasiswa dan kerja part time biar nggak semua nempel ke aku. Membantu keluarga itu mulia, tapi kamu juga manusia yang punya masa depan. Kalau kamu tumbang, siapa yang nanggung? Menabung untuk dirimu itu bukan egois, itu investasi biar bisa bantu lebih lama.
Narasumber anonim Pemula Pengalaman nyata
Aku kasih perspektif yang agak beda. Nanggung keluarga itu bukan beban, itu bentuk balas budi, dan rezeki nggak akan kemana. Tapi caranya harus sehat. Yang salah bukan kamu bantu, tapi kalau kamu bantu sampai nggak bisa nabung sepeser pun. Bikin sistem: begitu gajian, langsung pisahkan jatah keluarga, jatah nabung, jatah hidup. Otomatis, jangan pakai perasaan. Dengan sistem, kamu bantu dengan hati tenang dan tetap maju.
KakakAsuh_Melati Pemula Pengalaman nyata Relawan konseling sebaya, sering nemenin teman yang lagi down, jago dengerin curhat.
Yang penting jangan sampai kamu numpuk utang atau pinjol demi nutupin kebutuhan keluarga, aku pernah sampai di titik itu dan hampir hancur. Belajar bilang "aku bantu semampuku ya" itu bukan durhaka. Batasan yang jelas justru bikin hubungan keluarga lebih sehat jangka panjang.
Narasumber anonim Pemula Pengalaman nyata
Fokus juga naikin kapasitas dirimu. Aku dulu stuck karena semua energi habis buat nanggung, sampai lupa upgrade skill. Begitu aku ambil kursus dan pindah kerja gaji naik, aku malah bisa bantu keluarga lebih banyak tanpa nyekik diri. Bantu keluarga sambil tetap investasi ke diri sendiri itu bukan pilihan, harus dua-duanya.

Mau menjawab

atau Masuk Menjawab dengan akunmu, kumpulkan reputasi.

Pertanyaan terkait

3
Kesehatan & BPJS 6 jawaban Terpecahkan

Kerja bikin stres berat, mending resign nggak ya?

Tiap Minggu malam udah cemas mikirin Senin, kerjaan numpuk dan atasan galak. Rasanya capek…

3,600 kali dilihat
5
Karier & Kerja 6 jawaban Cari solusi 5 poin

Punya rekan kerja toxic yang suka julid dan cari muka, gimana ngadepinnya?

Ada satu orang di tim yang kerjaannya ngomporin, ngomongin orang, dan cari muka ke bos. Bi…

3,442 kali dilihat
4
Gaji, THR & Negosiasi 6 jawaban Terpecahkan

Gimana rasanya nego kenaikan gaji pas dapat counter offer dari kantor lama?

Aku lagi proses pindah ke fintech, udah tanda tangan offer naik dari 9 juta ke 14 juta. Eh…

1,054 kali dilihat
32
Usaha & UMKM 6 jawaban Cari solusi 10 poin

Karyawan mau usaha sampingan yang nggak ganggu kerja, apa ya?

Kerja kantoran 9-5 tapi pengen ada penghasilan tambahan dari usaha sendiri. Waktunya terba…

832 kali dilihat
15
Gaji, THR & Negosiasi 6 jawaban Cari solusi 5 poin

Boleh nggak sih diam-diam nanya gaji temen sekantor buat pembanding?

Penasaran gaji gue setara nggak sama rekan seposisi, tapi katanya nanya gaji orang itu tab…

827 kali dilihat
1
Karier & Kerja 6 jawaban Cari solusi 10 poin

Fresh graduate nganggur 6 bulan belum dapet kerja, mulai putus asa

Udah kirim ratusan lamaran, yang manggil cuma 2-3 dan nggak lolos. Temen-temen udah pada k…

803 kali dilihat