Kuliah S2 sambil kerja worth it nggak buat karier?
Umur 29, kepikiran ambil S2 kelas karyawan biar karier naik. Tapi biaya mahal dan capek bagi waktu sama kerja. Buat yang udah ngejalanin S2 sambil kerja, worth it nggak sih buat karier dan gaji?
Penanya anonim·Ditanyakan pada 20 hari lalu·457 orang sudah melihat·4 jawaban
SSolotravelGirl_KiranaPemulaPengalaman nyataSuka jalan sendirian pas cuti, hafal tiket promo dan tips aman traveling buat cewek.
Saya selesaikan S2 kelas karyawan sambil kerja full-time, dua tahun yang melelahkan. Apakah worth it? Tergantung industri kamu. Di bidang saya yang korporat dan BUMN, gelar S2 beneran ngefek, jadi syarat naik ke level manajerial dan ada tunjangan gelar. Buat saya balik modal. Tapi di banyak industri lain, terutama startup dan bidang teknis, yang dilihat portofolio dan skill nyata, bukan gelar. Di situ S2 malah buang waktu dan uang. Jadi sebelum ambil, riset dulu, tanya ke atasan atau HR apakah S2 beneran membuka pintu di jalur karier kamu. Kalau iya, dan kampusnya kredibel, ambil. Kalau cuma buat gengsi atau ikut-ikutan, mending uang dan waktunya buat sertifikasi keahlian yang lebih dihargai pasar. S2 itu alat, bukan jaminan otomatis gaji naik.
KKaryawanBank_DodiPemulaPengalaman nyataKerja di bank sepuluh tahun bagian kredit, paham soal tabungan, cicilan, sama bunga.
Saran keuangan: cari beasiswa atau perusahaan yang mau biayai dulu sebelum bayar sendiri. Beberapa perusahaan punya program pengembangan yang menanggung kuliah karyawan dengan syarat ikatan dinas. Ada juga beasiswa pemerintah untuk S2. Saya kenal orang yang ambil S2 gratis lewat jalur ini. Kalau harus bayar sendiri dengan ngutang, hitung dulu apakah kenaikan gaji setelahnya sebanding dengan cicilan. Jangan sampai keluar utang besar demi gelar yang belum tentu balik modal. Cari jalur yang dibiayai dulu. Cek juga apakah kampus incaran punya skema cicilan atau kelas karyawan yang lebih terjangkau. Sebelum utang besar demi gelar, pastikan hitungannya masuk, karena tekanan cicilan pendidikan bisa lebih berat daripada manfaat gelarnya kalau salah pilih.
MMahasiswaHukum_RezaPemulaPengalaman nyataMahasiswa hukum yang suka bahas kasus, sering bantu jelasin aturan pakai bahasa gampang.
Saya mau kasih peringatan soal beban yang sering diremehkan. S2 sambil kerja itu ngorbanin banyak: weekend hilang, waktu keluarga berkurang, kurang tidur, dan stres. Saya sempat sakit karena kecapean. Kalau kamu punya anak kecil atau kerjaan yang udah menuntut, pikirkan matang apakah fisik dan keluarga sanggup. Ada teman saya yang malah rumah tangganya renggang karena dua tahun sibuk kuliah. Worth it secara karier belum tentu worth it secara hidup. Timbang semua sisi, bukan cuma karier. Jadi sebelum daftar, ngobrol sama keluarga soal ekspektasi waktu dan tenaga yang bakal berkurang selama dua tahun. Dukungan dan pengertian dari orang terdekat itu yang bikin kamu sanggup melewati masa berat kuliah sambil kerja tanpa mengorbankan hal yang lebih penting.
Narasumber anonim PemulaPengalaman nyata
Buat saya worth it, tapi bukan karena gelarnya. Nilai terbesar S2 saya justru dari jejaring, teman sekelas yang semua udah kerja di berbagai perusahaan. Dari koneksi itu saya dapat tawaran kerja yang gajinya naik signifikan, bukan dari gelar di CV-nya. Jadi kalau kamu ambil, manfaatin betul relasi dengan teman sekelas dan dosen praktisi. Itu return yang nggak keliatan tapi paling berharga. Tapi kalau kamu tipe yang cuma dateng, dengerin, pulang, tanpa membangun relasi, nilainya jauh berkurang. Jadi kalau kamu ambil, datang ke kelas dengan niat aktif berjejaring, bukan sekadar ngejar ijazah. Duduk diam lalu pulang itu menyia-nyiakan bagian paling berharga dari kuliah pascasarjana, yaitu orang-orang yang kamu temui di dalamnya.