Beli motor cash atau kredit, mana yang lebih worth it?
Butuh motor buat kerja dan ngojek sampingan. Bingung ngumpulin dulu buat cash atau langsung kredit dengan DP kecil. Buat yang udah pernah dua-duanya, mana yang lebih worth it dan hemat jangka panjang?
Penanya anonim·Ditanyakan pada 20 hari lalu·700 orang sudah melihat·4 jawaban
TTravelerRansel_DoniPemulaPengalaman nyataBackpacker keliling Indonesia modal ransel, hafal spot murah dan transport lokal.
Saya udah beli motor dua kali, sekali kredit sekali cash. Secara hitungan murni, cash jelas lebih hemat, karena kredit itu total bayarnya bisa 20 sampai 40 persen lebih mahal dari harga tunai kalau tenornya panjang. Bunga dan biaya asuransi itu numpuk. Motor pertama saya kredit 3 tahun, kalau dijumlah selisihnya bisa buat servis bertahun-tahun. Tapi ada nuansa. Kalau kamu butuh motor buat mencari nafkah sekarang, misal buat ngojek, dan nunggu nabung cash butuh setahun, maka motor kredit yang langsung menghasilkan bisa dibenarkan, karena penghasilannya nutup cicilan. Jadi kuncinya, kalau motor buat produktif dan bikin uang, kredit masih masuk akal. Kalau cuma buat konsumtif atau gaya, tahan dulu, nabung, beli cash. Dan kalau kredit, ambil tenor sependek mungkin biar bunganya nggak numpuk. Jangan tergiur DP kecil tenor panjang, itu jebakan cicilan.
KKakakAsuh_MelatiPemulaPengalaman nyataRelawan konseling sebaya, sering nemenin teman yang lagi down, jago dengerin curhat.
Jebakan kredit yang jarang diomongin: kalau di tengah jalan kamu nggak mampu bayar, motor bisa ditarik dan uang yang udah kamu setor melayang. Teman saya kena, udah nyicil setahun lebih, gagal bayar beberapa bulan karena kena PHK, motornya ditarik dan dia nggak dapat apa-apa balik. Jadi kredit itu risiko, bukan cuma soal bunga. Kalau penghasilan kamu belum stabil, kredit itu bahaya. Pastikan cicilan nggak lebih dari sepertiga penghasilan dan kamu punya dana cadangan beberapa bulan. Jangan taruh diri di posisi rentan cuma demi motor. Sebelum ambil kredit, pastikan cicilan nggak lebih dari sepertiga penghasilan dan kamu punya cadangan beberapa bulan. Jaring pengaman itu yang ngebedain kredit yang aman sama kredit yang bikin kamu kehilangan motor sekaligus uang muka.
Narasumber anonim PemulaPengalaman nyata
Saya pilih cash dan nggak pernah nyesel. Rasanya beda pas motor beneran punya sendiri dari hari pertama, nggak dikejar cicilan tiap bulan, dan STNK atas nama sendiri langsung. Pas kredit dulu, tiap tanggal jatuh tempo saya stres, dan sekali telat kena denda plus diteror penagih. Bebas dari beban itu ada nilainya yang nggak keliatan di angka. Saran saya, kalau selisih waktu nabungnya nggak terlalu lama, sabar dikit nabung cash. Tidur lebih nyenyak tanpa utang. Motor bekas berkualitas juga opsi bagus biar bisa cash dengan budget terbatas. Kalau budget terbatas, motor bekas berkualitas dari penjual terpercaya itu jalan tengah yang masuk akal biar tetap bisa cash. Cek servis dan surat-suratnya lengkap, dan kamu tetap bisa punya motor tanpa terjerat cicilan bertahun-tahun.
IIbuKostan_Bu MarniPemulaPengalaman nyataPunya rumah kost dua puluh kamar, hafal drama anak kost dan cara pilih penghuni baik.
Opsi tengah yang saya pakai: nabung setengah dulu buat DP besar, lalu kredit tenor pendek 1 tahun. Dengan DP besar dan tenor pendek, total bunganya kecil, hampir mendekati cash, tapi saya nggak harus nunggu terlalu lama buat punya motor buat kerja. Jadi nggak harus ekstrem cash penuh atau kredit DP nol tenor panjang. Cari titik tengah sesuai kemampuan. Yang penting hitung total yang dibayar sampai lunas, bukan cuma lihat cicilan bulanan yang keliatan ringan tapi ternyata mahal di akhir. Dengan begitu total bunga yang saya bayar kecil, hampir mendekati harga tunai, tapi saya nggak perlu nunggu terlalu lama. Yang penting selalu hitung total yang dibayar sampai lunas, bukan cuma tergiur cicilan bulanan yang keliatan ringan.