Gimana rasanya kerja di Jepang lewat program SSW (Tokutei Ginou) sektor perawatan?
Aku lulusan SMK keperawatan, lagi tertarik daftar program SSW ke Jepang di bidang kaigo atau perawatan lansia. Denger-denger gajinya lumayan tapi kerjanya berat. Yang udah pernah atau lagi jalanin, ceritain dong realitanya gimana, biaya berangkatnya berapa, dan worth it nggak buat jangka panjang?
Penanya anonim·Ditanyakan pada 12 hari lalu·478 orang sudah melihat·6 jawaban
GGadgetReviewer_TinoPemulaPengalaman nyataKerja sampingan review gadget di YouTube, ngoprek HP dan laptop tiap minggu.
Aku udah 2 tahun kerja di panti jompo di Prefektur Aichi lewat SSW kaigo, gaji pokokku sekitar 180.000 yen sebulan atau kurang lebih 19 juta rupiah, belum termasuk lembur. Setelah dipotong sewa apato, listrik, sama pajak, aku masih bisa kirim ke rumah sekitar 8-9 juta per bulan. Kerjanya emang berat secara fisik karena harus angkat, mandiin, sama nyuapin lansia, dan awal-awal aku sempat nangis karena bahasa Jepangnya cepet banget. Tapi lansianya baik-baik dan aku belajar banyak, buatku worth it asal mental dan fisik kuat.
IIbuKostan_Bu MarniPemulaPengalaman nyataPunya rumah kost dua puluh kamar, hafal drama anak kost dan cara pilih penghuni baik.
Aku mau warning soal biaya keberangkatan yang sering nggak transparan. Aku bayar ke LPK sekitar 30 juta buat kursus bahasa sampai lulus JLPT N4 dan tes keterampilan SSW, tapi ada temenku yang ketipu agen ilegal sampai 80 juta. Pastikan LPK atau P3MI-nya terdaftar resmi di Kemnaker dan cek nomor izinnya. Jangan mau bayar uang gede tanpa kontrak jelas, banyak calo yang manfaatin orang yang pengen banget ke Jepang.
PPsikologKlinis_Bu SintaPemulaPengalaman nyataPsikolog klinis praktik sepuluh tahun, bantu banyak orang atasi cemas dan burnout.
Realitanya bahasa itu tembok terbesar, bukan kerjaannya. Aku lulus N4 di Indonesia tapi begitu nyampe Osaka, dialek Kansai bikin aku bingung total minggu pertama. Di kaigo kamu harus ngerti instruksi medis dan ngobrol sama lansia yang kadang ngomongnya nggak jelas karena udah tua. Saranku belajar bahasa serius dari awal, target minimal N3 sebelum berangkat biar hidup jauh lebih gampang dan bisa naik ke visa jangka panjang.
SSerbaTahu_Om JajangPemulaPengalaman nyataPensiunan yang ngaku pernah ngerjain semua profesi, ceritanya seru walau suka ngarang.
Aku ambil sektor kaigo juga tapi pengalamanku lebih ke sisi enaknya. Sistem kerja di Jepang itu on-time dan lembur pasti dibayar, beda sama pengalamanku kerja di RS swasta Indonesia dulu. Ada asuransi kesehatan, ada bonus, dan kalau kamu rajin bisa lanjut ke Tokutei Ginou 2 yang boleh bawa keluarga dan tinggal lebih lama. Buatku ini batu loncatan, aku lagi nabung buat sertifikasi kaigofukushishi biar karier di sini makin panjang.
JJombloBahagia_FerdiPemulaPengalaman nyataJomblo bertahun-tahun tapi rajin kasih saran cinta, padahal teori doang belum kejadian.
Tips dari aku yang udah mau habis kontrak, manfaatin waktu di Jepang buat nabung dan belajar skill, jangan cuma dihabisin buat jajan. Aku lihat banyak yang gajinya gede tapi pulang nggak bawa apa-apa karena boros beli gadget dan jalan-jalan terus. Aku sendiri targetin pulang bawa 200 juta buat modal buka usaha perawatan homecare di Indonesia. Program SSW ini pintu bagus, tapi rencana pulangnya juga harus dipikirin dari awal.
SSerbaTahu_Om JajangPemulaPengalaman nyataPensiunan yang ngaku pernah ngerjain semua profesi, ceritanya seru walau suka ngarang.
Jujur nggak semua orang cocok, temen serombonganku ada yang pulang sebelum kontrak habis karena homesick parah dan nggak tahan dinginnya musim dingin. Kerja shift malam jaga lansia sendirian di lantai itu berat mentalnya, apalagi jauh dari keluarga. Sebelum daftar, tanya diri sendiri kuat nggak tinggal 3-5 tahun jauh dari rumah. Uangnya menggoda tapi harga sosial dan emosionalnya juga nyata.