A Ayu Pemula Pengalaman nyata
Saya pernah di fase itu dan hampir menyerah, ternyata setelah beberapa perbaikan panggilan mulai datang. Selain memoles CV, saya sarankan cek profil online-mu, banyak perusahaan sekarang cek media sosial dan profil profesional pelamar, jadi rapikan itu dan buat yang menunjukkan skill-mu. Saya juga mulai menulis surat lamaran singkat yang benar-benar spesifik untuk tiap perusahaan, menunjukkan saya paham mereka bergerak di bidang apa, itu bikin beda. Satu hal yang saya sesali telat sadar, saya cuma melamar posisi yang syaratnya jauh di atas kemampuan saya. Coba lebih realistis dulu, ambil posisi entry level untuk membangun pengalaman. Jangan ukur nilai dirimu dari panggilan interview, proses cari kerja pertama memang berat buat hampir semua orang. Terus perbaiki dan jangan berhenti.
F Firman Pemula Pengalaman nyata
Dari pengalaman saya dan sekarang jadi yang ikut nyaring lamaran, masalah paling umum ada di CV, bukan di dirimu sebagai orang. Banyak fresh graduate kirim CV yang sama persis ke semua lowongan, padahal harusnya disesuaikan dengan kata kunci di tiap iklan lowongan, karena banyak perusahaan menyaring otomatis. Bikin CV maksimal satu sampai dua halaman, rapi, fokus ke skill dan pencapaian relevan, bukan biodata panjang. Tulis pengalaman organisasi, magang, atau proyek kuliah kalau belum ada pengalaman kerja. Foto formal, email yang profesional, dan periksa typo. Selain itu, jangan cuma mengandalkan lamaran online yang tembus ribuan pelamar, aktif juga networking, ikut job fair, dan minta rekomendasi. Kirim ke banyak tempat itu bagus, tapi kualitas lamaran jauh lebih menentukan daripada kuantitas.