Nekat pindah dari BUMN yang aman ke startup, keputusan bodoh nggak?
Sekarang kerja di BUMN, gaji stabil, tunjangan lengkap, tapi rasanya stuck dan bosan. Ada tawaran dari startup dengan gaji sedikit lebih tinggi tapi jelas lebih berisiko. Umur udah 29. Yang pernah pindah dari zona nyaman, nyesel nggak?
Penanya anonim·Ditanyakan pada 22 hari lalu·5,739 orang sudah melihat·4 jawaban
JJombloBahagia_FerdiPemulaPengalaman nyataJomblo bertahun-tahun tapi rajin kasih saran cinta, padahal teori doang belum kejadian.
Aku persis di situasi kamu dua tahun lalu, keluar dari anak perusahaan BUMN ke startup fintech. Jujur, tahun pertama seru banget, belajar cepat, tanggung jawab gede, skill naik drastis. Tapi bulan ke-14 startup-nya kena layoff dan aku termasuk yang kena. Pelajaran mahalnya: sebelum pindah, cek dulu runway pendanaan startup itu, mereka baru dapat funding series berapa, produknya udah revenue apa belum. Kalau masih bakar duit investor tanpa arah, hati-hati. Yang aku syukuri, skill yang kudapat bikin aku gampang dapat kerja lagi bahkan gaji lebih tinggi. Saranku: pindah kalau kamu haus belajar dan punya dana darurat 6 bulan. Jangan pindah cuma karena bosan, karena bosan bisa kambuh di mana aja.
Narasumber anonim PemulaPengalaman nyata
Aku tim bertahan, tapi dengan syarat. Bosan itu belum tentu butuh pindah, kadang butuh tantangan baru di tempat yang sama. Waktu aku merasa stuck di kantor lama, aku minta rotasi divisi ke bagian yang lebih menantang, dan ternyata itu ngobati bosannya. Gaji startup cuma "sedikit lebih tinggi" itu buatku nggak cukup jadi alasan tukar keamanan BUMN yang tunjangan dan pensiunnya jelas. Kalau selisihnya nggak signifikan, risikonya nggak sepadan. Coba hitung total value BUMN kamu: BPJS, dana pensiun, bonus tahunan, kepastian. Sering kali angka riilnya jauh lebih besar dari gaji pokok.
MMantanTKI_SukronPemulaPengalaman nyataSepuluh tahun kerja di Malaysia, paham urus dokumen dan kerja di luar negeri.
Umur 29 masih sangat muda buat ambil risiko, ini justru window terbaik sebelum punya tanggungan lebih berat. Aku pindah umur 31 dan agak menyesal kenapa nggak lebih awal. Tapi tolong negosiasi dulu: minta gaji startup yang bener-bener naik signifikan, minimal 30-40%, karena kamu nanggung risiko lebih besar dan lepas tunjangan. Kalau mereka serius pengen kamu, mereka mau nego.
Narasumber anonim PemulaPengalaman nyata
Satu hal yang jarang dibahas: budaya kerja. Di BUMN ritmenya teratur, jam pulang jelas. Di startup sering lembur, pivot mendadak, dan ekspektasi tinggi. Aku nggak nyesel pindah, tapi aku kaget sama beban kerjanya di awal. Pastikan kamu ngobrol jujur sama calon atasan soal jam kerja dan ekspektasi biar nggak kaget. Tanya juga ke karyawan lama di sana, bukan cuma ke HR.