KKonselorKarier_Bu IndahPemulaPengalaman nyataCareer coach, sering latih orang persiapan interview dan bikin CV yang dilirik HRD.
Sebagai orang yang sering ngewawancara kandidat, jawaban "saya perfeksionis" itu langsung bikin aku ngantuk, semua orang jawab gitu. Yang bikin aku terkesan justru kandidat yang jujur tapi pintar: sebut kelemahan yang nyata tapi nggak fatal untuk posisinya, lalu tunjukkan cara kamu ngatasinnya. Contoh yang pernah bikin aku langsung terima kandidat: "Saya dulu kurang berani public speaking, presentasi di depan orang banyak bikin grogi. Makanya setahun terakhir saya rutin ikut kelas dan ambil peran presentasi kecil-kecilan, sekarang jauh lebih pede." Itu nunjukin self-awareness dan kemauan berkembang. Kuncinya: jujur soal kelemahan yang bisa diperbaiki, tunjukkan progresnya, dan jangan pilih kelemahan yang justru inti dari pekerjaan itu.
Narasumber anonim PemulaPengalaman nyata
Pengalamanku, HR itu sebenarnya bukan mau denger kelemahannya, tapi mau lihat kamu jujur dan sadar diri nggak. Jadi hindari dua ekstrem: sok sempurna, atau malah jujur banget sampai nyebut hal yang bikin mereka ragu (misal "saya sering telat" atau "saya males kalau kerjaan monoton"). Aku dulu jawab soal manajemen waktu yang dulu berantakan tapi sekarang aku pakai to-do list dan aplikasi reminder. Aman, jujur, dan ada solusinya.
EEmakEmak_SriyaniPemulaPengalaman nyataEmak-emak hobi masak dan nyobain resep TikTok, kadang gagal tapi tetap semangat.
Buat posisi marketing, coba pilih kelemahan yang nggak nabrak skill utama marketing (kreativitas, komunikasi). Aku dulu jawab soal terlalu detail sampai kadang lambat ambil keputusan, tapi aku udah belajar pakai prinsip 80/20 biar lebih cepat eksekusi. Yang penting ceritanya spesifik dan ada bukti perbaikannya. Latihan ngomongnya di depan cermin biar nggak kelihatan dihafal.
Narasumber anonim PemulaPengalaman nyata
Tips receh tapi ngaruh: jangan jawab pakai nada minta maaf atau nunduk. Sampaikan santai dan pede, karena cara kamu ngomong kadang lebih dinilai daripada isinya. Aku pernah jawab kelemahan biasa aja tapi karena disampaikan dengan tenang dan reflektif, pewawancara malah muji sikapnya.