Usaha rumahan mulai jalan, perlu urus izin dan legalitas nggak?
Usaha makanan rumahan saya mulai rame pesanan lewat online. Ada yang saranin urus izin usaha, NIB, sama sertifikat halal. Tapi ribet dan takut kena pajak. Sebenarnya perlu nggak buat usaha kecil?
Penanya anonim·Ditanyakan pada 6 jam lalu·555 orang sudah melihat·4 jawaban
DDokterUmum_dr HendraPemulaPengalaman nyataDokter umum di klinik, tiap hari periksa pasien, siap luruskan mitos kesehatan.
Aku punya UMKM makanan dan udah urus legalitas, jadi ini dari pengalaman: JELAS perlu, dan lebih mudah dari yang kamu kira. 1) NIB (Nomor Induk Berusaha) sekarang gratis dan bisa diurus online lewat sistem OSS dalam hitungan jam, cukup KTP dan data usaha. Ini identitas resmi usahamu, buka banyak pintu. 2) Sertifikat halal penting banget buat usaha makanan, sekarang ada jalur SEHATI (self-declare) yang gratis buat usaha mikro, ngangkat kepercayaan pembeli drastis. Aku laris setelah pasang label halal. 3) PIRT (izin edar pangan rumahan) dari dinas kesehatan buat produk kemasan, biar bisa jual lebih luas dan masuk toko. 4) Soal pajak, jangan takut: UMKM dengan omzet di bawah batas tertentu per tahun bebas pajak, dan di atas itu tarifnya kecil (final 0,5%). Justru legalitas bikin usahamu bisa naik kelas: akses modal/KUR, ikut bazar resmi, jualan ke instansi, dan dapat pembinaan. Legalitas itu investasi, bukan beban.
Narasumber anonim PemulaPengalaman nyata
Satu hal yang orang lupa: pisahkan keuangan usaha dan pribadi, dan mulai catat pembukuan sederhana dari sekarang. Pas usaha berkembang dan mau ajukan KUR atau pinjaman modal, bank minta catatan keuangan. Legalitas plus pembukuan rapi bikin usahamu naik kelas dan dipercaya. Aku nyesel telat rapiin ini, jadi mulai dari awal walau masih kecil.
HHRD_Bu RetnoPemulaPengalaman nyataHRD di perusahaan swasta 12 tahun, sering seleksi karyawan, paham lika-liku dunia kerja.
Buat yang gaptek, banyak dinas koperasi/UMKM daerah dan kampus yang buka pendampingan gratis buat urus NIB, halal, dan PIRT. Aku dibantu sampai kelar tanpa bayar calo. Jangan bayar jasa mahal buat hal yang sebenarnya gratis dan dibantu pemerintah. Cari info di dinas koperasi kotamu atau komunitas UMKM setempat.
Narasumber anonim PemulaPengalaman nyata
Setuju, dan manfaat nyata yang aku rasain: begitu punya NIB dan PIRT, aku bisa titip produk ke toko oleh-oleh dan minimarket lokal yang wajib minta izin edar. Tanpa itu, pasarmu mentok di teman dan tetangga. Selain itu waktu ada program bantuan modal UMKM dari pemerintah, syaratnya NIB. Yang nggak punya legalitas nggak kebagian. Urus selagi usaha masih kecil, nanti pas gede malah lebih ribet.