Usaha rumahan kecil, perlu urus NIB dan bayar pajak nggak sih?
Baru mulai usaha kue rumahan, omzet masih kecil dan jualan dari rumah lewat WA. Ada yang bilang harus urus izin NIB dan lapor pajak. Buat usaha sekecil ini beneran perlu? Ribet dan mahal nggak ngurusnya? Takut kena masalah nanti.
Penanya anonim·Ditanyakan pada 20 hari lalu·7,768 orang sudah melihat·4 jawaban
AAgenProperti_SariPemulaPengalaman nyataAgen properti tujuh tahun, hafal harga tanah dan tips beli rumah biar nggak ketipu.
Aku pemilik UMKM makanan yang udah urus semua, jadi ini pengalaman langsung. Untuk NIB (Nomor Induk Berusaha): sangat disarankan urus, dan kabar baiknya GRATIS dan online lewat sistem OSS (oss.go.id). Buat usaha mikro, prosesnya sederhana, bisa selesai dalam hitungan jam kalau data lengkap (KTP, NPWP). Kenapa penting walau usaha kecil: 1) Jadi legal dan tenang, nggak was-was. 2) Syarat buat naik kelas: ikut bazar, masuk marketplace/ritel modern, ajukan pinjaman modal usaha (KUR), dan dapat program bantuan pemerintah buat UMKM. 3) Buat makanan, nanti kamu juga butuh izin edar PIRT dari dinas kesehatan biar produkmu bisa dijual lebih luas dan dipercaya. Soal PAJAK: selama omzet setahun masih di bawah batas tertentu (aturan UMKM ada batas peredaran bruto yang tidak kena pajak/PPh final rendah), bebanmu ringan atau bahkan belum wajib bayar, tapi tetap baik punya NPWP dan lapor. Jangan takut, ngurusnya sekarang jauh lebih mudah dari dulu, dan justru bikin usahamu bisa berkembang lebih besar.
Narasumber anonim PemulaPengalaman nyata
Buat usaha makanan, aku garis bawahi PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga). Aku dulu jualan kue tanpa PIRT, dan mentok nggak bisa masuk toko oleh-oleh dan reseller pada ragu. Begitu punya PIRT (ikut penyuluhan dari dinkes, biayanya murah/kadang gratis), kepercayaan pembeli naik dan pasar kebuka. Untuk usaha kecil, urutan idealnya: NIB dulu (gratis via OSS), lalu PIRT, itu udah cukup buat naik level.
Narasumber anonim PemulaPengalaman nyata
Sedikit soal pajak biar tenang: banyak UMKM kecil khawatir pajak bakal mencekik, padahal skema buat UMKM itu ringan dan ada batas omzet yang dibebaskan. Yang penting kamu catat pembukuan sederhana (pemasukan-pengeluaran) dari sekarang, biar pas usaha besar kamu nggak keteteran dan tahu untung riilnya. Pisahkan uang usaha dan uang pribadi, ini kesalahan pemula paling umum yang bikin usaha nggak keurus. Aku belajar ini setelah setahun bingung untungnya ke mana.
TTKW_Mbak PainemPemulaPengalaman nyataKerja jadi ART di Hong Kong bertahun-tahun, paham kontrak, kirim uang, dan hidup di rantau.
Realistis: kalau omzet masih recehan dan jualan cuma ke tetangga via WA, nggak akan ada yang ngejar kamu soal izin. Tapi jangan jadikan itu alasan menunda, karena begitu usaha mulai jalan, izin itu yang bikin kamu bisa lompat (KUR bunga rendah buat modal, masuk marketplace resmi, ikut program pemda). Aku nyesel telat urus, karena pas ada kesempatan bazar besar, aku nggak bisa ikut gara-gara belum lengkap dokumennya.