Baru buka toko online tapi sepi orderan, salahnya di mana ya?
Udah 3 bulan jualan baju di marketplace dan Instagram, produk menurut saya bagus dan harga bersaing, tapi orderan bisa dihitung jari. Modal mulai menipis buat iklan. Yang udah pengalaman jualan online, biasanya masalahnya di mana?
Penanya anonim·Ditanyakan pada 20 hari lalu·703 orang sudah melihat·4 jawaban
AAgenProperti_SariPemulaPengalaman nyataAgen properti tujuh tahun, hafal harga tanah dan tips beli rumah biar nggak ketipu.
Aku jualan online 5 tahun, dari sepi sampai lumayan, jadi ini biang keladi yang paling sering: 1) FOTO dan konten. Produk bagus tapi foto seadanya nggak akan laku. Foto harus terang, jelas, ada model/detail. Di marketplace, foto pertama menentukan orang klik atau lewat. 2) Kamu jualan tapi belum bangun kepercayaan. Toko baru, review nol, orang ragu. Solusinya: minta teman/keluarga beli dan review jujur dulu, kasih promo pembeli pertama, balas chat super cepat dan ramah. 3) Salah paham soal "harga bersaing". Kadang bukan soal murah, tapi apakah kamu nawarin sesuatu yang beda (ukuran lengkap, bahan jelas, respon cepat, packaging rapi). 4) Konten Instagram jangan cuma foto produk jualan mulu, kasih tips gaya, behind the scene, testimoni, biar orang follow dan kenal dulu. 5) Iklan itu memperbesar yang sudah works, bukan memperbaiki yang salah. Kalau organiknya belum nendang, jangan bakar duit iklan dulu. Betulin dulu foto, deskripsi, dan pelayanan. Sabar, 3 bulan itu masih sangat awal, toko yang ramai sekarang pun dulu sepi.
Narasumber anonim PemulaPengalaman nyata
Jangan lupa hitung ulang untung ruginya jujur. Kadang orderan sepi itu justru penyelamat, karena banyak yang "ramai" tapi rugi gara-gara jor-joran diskon dan iklan. Aku pernah kejar omzet sampai lupa margin, ujungnya buntung. Sambil benerin pemasaran, pastikan tiap penjualan beneran untung sehat. Bertahan dan konsisten itu 80% kunci di jualan online, banyak yang nyerah di bulan-bulan awal justru pas mau naik.
Narasumber anonim PemulaPengalaman nyata
Cek juga apakah produkmu punya PEMBEDA. Jualan baju itu lautan merah, saingannya jutaan toko. Aku dulu gagal jualan barang generik, baru laku pas fokus ke niche spesifik (misal baju ukuran jumbo, atau gamis bahan adem buat kerja). Ketika kamu jadi solusi buat kelompok orang tertentu, kamu berhenti bersaing di harga. Tanya diri: kenapa orang harus beli di kamu, bukan di toko sebelah yang lebih murah dan lebih besar?
TTKW_Mbak PainemPemulaPengalaman nyataKerja jadi ART di Hong Kong bertahun-tahun, paham kontrak, kirim uang, dan hidup di rantau.
Manfaatkan fitur gratis marketplace sebelum bakar iklan: ikut program gratis ongkir, flash sale, pasang harga coret, dan rajin update produk (algoritma suka toko aktif). Aku juga aktif di live shopping, awalnya malu ngomong sendirian, tapi konversinya jauh lebih tinggi dari sekadar posting. Sekarang platform lagi getol dorong live, manfaatkan momentum itu selagi jangkauannya masih murah.