Pacaran 3 tahun beda agama, orang tua kedua belah pihak nggak restu
Kami serius pengen lanjut ke jenjang serius, tapi keluarga sama-sama menolak keras karena beda keyakinan. Capek berdebat terus. Ada yang pernah lewati fase ini gimana ujungnya?
Penanya anonim·Ditanyakan pada 22 jam lalu·981 orang sudah melihat·4 jawaban
AAgenAsuransi_Pak YusufPemulaPengalaman nyataAgen asuransi, sering jelasin proteksi dan dana darurat, kadang terlalu semangat nawarin.
Aku jalanin hubungan beda agama 4 tahun, dan jujur ini salah satu hal paling berat yang pernah aku hadapi. Yang perlu kamu dan dia sepakati DULU sebelum ngajak keluarga: gimana soal keyakinan setelah menikah, siapa yang menyesuaikan, anak-anak nanti diarahkan ke mana. Kalau kalian sendiri belum satu suara soal ini, mustahil meyakinkan orang tua. Realita di Indonesia, pernikahan beda agama itu secara administrasi rumit banget karena pencatatan sipil biasanya minta satu agama. Banyak yang akhirnya salah satu pindah keyakinan, dan itu keputusan besar yang nggak boleh dipaksakan. Saranku: jangan buru-buru, obrolin dari hati ke hati soal masa depan konkret, bukan cuma cinta-cintaan. Aku dan dia akhirnya berpisah baik-baik karena sadar nggak bisa kompromi di titik ini, dan itu nggak apa-apa.
Narasumber anonim PemulaPengalaman nyata
Sepupuku berhasil kok, tapi butuh kesabaran bertahun-tahun. Kuncinya bukan berdebat, tapi pelan-pelan mendekati keluarga. Dia rajin datang ke acara keluarga pasangannya, bantu-bantu, jadi orang yang dikenal baik, bukan cuma "si beda agama". Lama-lama luluh karena orang tua lihat kualitas orangnya. Berhenti berdebat, ganti dengan menunjukkan. Tapi tetap, siapkan mental kalau ujungnya tetap nggak direstui.
SSopirOjol_Bang JulPemulaPengalaman nyataDriver ojol lima tahun, hafal jalan tikus se-Jakarta dan cara rawat motor biar awet.
Pertanyaan jujur buat kamu: restu orang tua itu buat kamu deal breaker atau nggak? Aku dulu nekat lanjut tanpa restu, nikah diam-diam, dan penyesalannya panjang. Hubungan sama orang tua rusak bertahun-tahun, dan tiap ada masalah rumah tangga rasanya makin sendirian. Bukan nakut-nakutin, cuma pengalaman. Pertimbangkan matang, ini bukan cuma soal kamu berdua.
Narasumber anonim PemulaPengalaman nyata
Coba libatkan orang ketiga yang dihormati kedua keluarga, misalnya om atau tante yang bijak, sebagai jembatan. Kadang orang tua lebih terbuka kalau bukan anaknya sendiri yang bicara. Yang penting jaga hubungan tetap hangat sambil cari titik temu.