Apa aja jebakan pas ngurus sertifikasi halal gratis (SEHATI) buat UMKM rumahan?
Aku jualan frozen food homemade, lagi mau daftar sertifikasi halal gratis lewat program SEHATI dari BPJPH karena katanya wajib. Tapi baca-baca kok banyak yang gagal atau ditolak ya. Yang udah pernah ngurus, apa aja sih jebakan dan syarat yang sering bikin gagal?
Penanya anonim·Ditanyakan pada 12 hari lalu·128 orang sudah melihat·6 jawaban
Aku dapat sertifikat halal gratis lewat jalur self-declare SEHATI awal 2024, prosesnya sekitar 3 minggu, tapi jebakan pertama yang sering bikin gagal adalah bahan baku yang nggak semua bersertifikat halal. Frozen food itu rawan karena kadang pakai bahan seperti perisa, gelatin, atau daging olahan yang harus jelas sumbernya. Aku sempat ditolak sekali karena satu bumbu instanku belum ada sertifikat halalnya, jadi harus ganti dulu ke merek yang udah bersertifikat. Saranku sebelum daftar, list semua bahan dan pastikan tiap komponen udah halal, itu kunci lolos verifikasi.
AAdminOnlineshop_LiaPemulaPengalaman nyataAdmin toko online, tiap hari balas chat pembeli, ngerti trik jualan di marketplace.
Menurutku jebakan terbesar itu pendamping PPH-nya. Program gratis ini butuh Pendamping Proses Produk Halal yang verifikasi usaha kamu, dan kuotanya terbatas tiap tahun. Aku nunggu lama karena kuota SEHATI 1 juta sertifikat tahun itu keburu habis. Saranku pantengin terus di aplikasi SIHALAL dan daftar begitu kuota dibuka, jangan santai karena rebutan sama jutaan UMKM lain se-Indonesia.
TTravelerRansel_DoniPemulaPengalaman nyataBackpacker keliling Indonesia modal ransel, hafal spot murah dan transport lokal.
Pengalamanku malah lancar karena aku jujur dan lengkap dari awal, cuma 2 minggu selesai. Tips dari aku, isi data di SIHALAL dengan detail dan jangan asal, terutama komposisi produk harus sama persis dengan yang di kemasan. Banyak yang gagal karena data di sistem beda sama label produk aslinya. Setelah dapat sertifikat, jangan lupa cantumin logo halal resmi yang baru dari BPJPH, bukan logo MUI lama, karena itu udah nggak berlaku.
MMahasiswaHukum_RezaPemulaPengalaman nyataMahasiswa hukum yang suka bahas kasus, sering bantu jelasin aturan pakai bahasa gampang.
Jebakan yang aku alami itu soal NIB. Buat daftar SEHATI kamu wajib punya NIB dari OSS dulu, dan produk kamu harus masuk kategori risiko rendah yang boleh self-declare. Kalau produkmu dianggap berisiko atau pakai bahan hewani yang butuh penyembelihan, kamu nggak bisa jalur gratis, harus reguler yang bayar. Jadi cek dulu apakah frozen food kamu masuk kriteria self-declare atau nggak, jangan sampai udah semangat isi form ternyata nggak memenuhi syarat.
MMahasiswaAbadi_JokoPemulaPengalaman nyataKuliah molor tapi banyak pengalaman magang dan freelance, tahu seluk-beluk cari cuan.
Aku mau ingetin soal dokumentasi proses produksi. Waktu didampingi, aku diminta foto alur produksi dari bahan mentah sampai kemasan, dan harus bisa jamin nggak ada kontaminasi dengan bahan non-halal. Dapurku waktu itu masih gabung sama masak sehari-hari, dan pendamping minta aku pisahin alat masak khusus produk. Jadi siapin dapur dan alat yang bersih dan terpisah, itu sering jadi ganjalan buat usaha rumahan yang dapurnya masih nyampur.
PPetaniKota_Mas AntoPemulaPengalaman nyataTernak ayam dan ikan lele di pekarangan, siap bagi tips pelihara hewan buat pemula.
Dari sisi bisnis, sertifikat halal ini beneran ngangkat penjualanku. Setelah ada label halal resmi, aku bisa masuk ke reseller dan beberapa minimarket lokal yang sebelumnya nolak karena belum bersertifikat. Jadi walau ngurusnya agak ribet, jangan males, karena mulai Oktober kemarin produk makanan minuman emang diwajibin bersertifikat halal. Anggap aja investasi biar usahamu bisa naik kelas dan dipercaya pembeli.