Budget mepet tapi keluarga maunya resepsi besar, gimana kompromi?
Saya dan pasangan maunya nikah sederhana biar hemat, tapi orang tua, terutama pihak keluarga, ingin resepsi besar mengundang banyak tamu demi gengsi dan sungkan sama tetangga. Kami stres karena budget mepet. Ada saran menghadapi ini?
Penanya anonim·Ditanyakan pada 21 jam lalu·0 orang sudah melihat·2 jawaban
Saya alami ini dan yang menyelamatkan kami adalah tegas soal prinsip tapi lembut soal cara. Kami dan pasangan sepakat dulu berdua soal batas budget maksimal yang nggak bikin kami berutang, itu harga mati. Baru kami sampaikan ke orang tua dengan hormat. Untuk urusan gengsi tetangga, kami tawarkan solusi seperti mengundang lebih banyak tamu tapi dengan menu prasmanan sederhana, atau memisahkan acara adat kecil dengan syukuran yang lebih luas. Kadang yang orang tua mau sebenarnya cuma nggak malu, bukan mahal. Cari tahu apa sebenarnya kekhawatiran mereka. Satu prinsip yang saya pegang, pernikahan itu awal, jangan mulai hidup baru dengan tekanan utang cuma demi sehari. Tetangga lupa dalam seminggu, cicilan nggak.
N Nurul PemulaPengalaman nyata
Dari pengalaman saya nikah tahun lalu dengan situasi mirip, kunci utamanya komunikasi dan angka yang jelas. Kami duduk bareng orang tua, bukan buat menolak, tapi menunjukkan rincian biaya nyata. Waktu orang tua lihat angka konkret untuk gedung, katering per porsi, dekor, mereka jadi lebih realistis. Kami tawarkan jalan tengah, resepsi tetap ada tapi konsepnya diatur, misalnya di rumah atau gedung sederhana dengan sistem yang lebih hemat. Kami juga tanya, kalau maunya besar, apakah keluarga bersedia bantu menambah dana, karena sering keinginan besar itu nggak dibarengi dana. Yang penting jangan lawan orang tua dengan emosi, libatkan mereka dalam solusi. Ingat ini pesta sehari, jangan sampai berutang besar yang dibayar bertahun-tahun setelahnya.