Anak remaja lebih tertutup dan susah diajak ngobrol, gimana mendekatinya?
Anak saya yang masuk usia remaja jadi lebih tertutup, jawaban seperlunya, dan lebih suka di kamar sama HP-nya. Dulu kami dekat sekali. Saya khawatir tapi takut kalau memaksa malah makin menjauh. Bagaimana cara mendekatinya?
Penanya anonim·Ditanyakan pada 21 jam lalu·0 orang sudah melihat·2 jawaban
Dari pengalaman saya membesarkan dua anak remaja, fase menutup diri itu sebagian normal karena mereka sedang mencari jati diri, tapi hubungan tetap harus dijaga. Yang berhasil buat saya, berhenti menginterogasi dengan pertanyaan seperti 'tadi di sekolah gimana' yang cuma dijawab 'biasa aja'. Ganti dengan hadir tanpa menekan, temani nonton yang dia suka, antar jemput sambil ngobrol ringan tanpa menghakimi, atau ajak makan berdua. Momen ngobrol terbaik sering muncul saat kita sedang melakukan hal lain bareng, bukan saat duduk formal. Dengarkan tanpa langsung menceramahi, karena begitu kita mengkritik, mereka langsung menutup diri lagi. Butuh kesabaran dan waktu. Tunjukkan kamu ada dan bisa dipercaya, biar saat dia butuh, dia tahu kepada siapa harus datang.
S Sugeng PemulaPengalaman nyata
Saya ayah yang dulu salah langkah, saya kira anak tertutup karena kurang tegas, jadi saya makin keras, dan hasilnya dia makin jauh. Setelah saya ubah pendekatan, hubungan membaik. Yang saya lakukan, saya masuk ke dunianya sedikit, tanya soal game atau musik yang dia suka dengan tulus ingin tahu, bukan menghakimi. Saya juga belajar menghargai privasinya, ketuk pintu kamar, nggak baca HP diam-diam, karena kepercayaan itu dua arah. Soal HP, saya buat kesepakatan bareng soal aturan, bukan larangan sepihak, jadi dia merasa dihargai. Yang penting, saya sendiri jadi contoh, mengurangi main HP saat bersama keluarga. Kalau perubahannya ekstrem sampai menarik diri total, murung terus, atau prestasi anjlok drastis, jangan ragu cari bantuan konselor sekolah atau psikolog anak.